AMBON — Di bawah kepemimpinan yang progresif dan solutif, Ketua BPD HIPMI Maluku M. Reza Mony bersama Sekretaris Gemelita Pattiradjawane kembali membuktikan komitmen nyata perwakilan organisasi dalam merespons panggilan kemanusiaan. Bertepatan dengan momentum sakral Hari Sumpah Pemuda 2026, BPD HIPMI Maluku berkolaborasi erat dengan Gema Pemuda menyukseskan agenda kemanusiaan bertajuk HIPMI Maluku Peduli Patahuwe - Berbagi & Trauma Healing.
Kegiatan ini difokuskan langsung ke wilayah Patahuwe guna merespons kondisi masyarakat pascakonflik yang membutuhkan uluran tangan serta pendampingan psikososial. Dalam kunjungan tersebut, rombongan tidak hanya hadir untuk bersimpati, tetapi juga membawa bantuan konkret yang sangat dibutuhkan warga terdampak, khususnya berupa baju sekolah layak pakai bagi anak-anak usia sekolah.
Ketua BPD HIPMI Maluku, M. Reza Mony, menyampaikan bahwa kehadiran pemuda di tengah masyarakat Patahuwe merupakan wujud tanggung jawab moral untuk merajut kembali rasa aman dan optimisme warga.
"Sumpah Pemuda bukan sekadar peringatan sejarah, melainkan momentum bagi pemuda untuk hadir sebagai solusi di tengah kesulitan yang dihadapi masyarakat. Melalui aksi di Patahuwe ini, kami ingin memastikan bahwa saudara-saudara kita, khususnya anak-anak, tidak merasa sendirian dalam melewati masa pemulihan pascakonflik," ujar M. Reza Mony.
Pelaksanaan aksi kemanusiaan di lapangan berjalan dengan lancar dan terorganisir berkat pengawalan langsung dari tim BPD HIPMI Maluku. Di bawah koordinasi Cak Anas, sejumlah perwakilan BPD HIPMI Maluku seperti Kabes, Rizky, Wahyu, dan Rahman turun aktif berbaur di lokasi bersama adik-adik dari komunitas Gema Pemuda untuk menyalurkan bantuan serta mendampingi anak-anak secara langsung.
Sekretaris BPD HIPMI Maluku, Gemelita Pattiradjawane, menegaskan pentingnya pemulihan mental dan pendidikan bagi generasi muda di wilayah terdampak. Oleh karena itu, agenda ini dirancang secara komprehensif dengan menyasar anak-anak dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
"Selain penyaluran pakaian sekolah agar anak-anak kembali bersemangat menyambut hari sekolah mereka, kami juga menghadirkan sesi trauma healing. Pendekatan ini sangat krusial untuk mengembalikan senyuman, keceriaan, dan mental anak-anak kita agar dapat kembali menatap masa depan dengan penuh harapan," ungkap Gemelita Pattiradjawane.
Melalui kolaborasi strategis bersama Gema Pemuda, kegiatan ini mendapat sambutan hangat serta apresiasi mendalam dari masyarakat setempat. Rangkaian aksi trauma healing yang dikemas interaktif berhasil mencairkan suasana dan membangkitkan kembali keceriaan anak-anak Patahuwe di tengah dinamika pemulihan pascakonflik.
BPD HIPMI Maluku berharap aksi kemanusiaan ini dapat memantik kepedulian dari berbagai elemen masyarakat lainnya untuk terus bergandengan tangan. Dari Maluku untuk Indonesia, pemuda hadir untuk merawat persatuan, menebar kepedulian, dan membangun kembali masa depan yang lebih baik.
Kegiatan ini difokuskan langsung ke wilayah Patahuwe guna merespons kondisi masyarakat pascakonflik yang membutuhkan uluran tangan serta pendampingan psikososial. Dalam kunjungan tersebut, rombongan tidak hanya hadir untuk bersimpati, tetapi juga membawa bantuan konkret yang sangat dibutuhkan warga terdampak, khususnya berupa baju sekolah layak pakai bagi anak-anak usia sekolah.
Ketua BPD HIPMI Maluku, M. Reza Mony, menyampaikan bahwa kehadiran pemuda di tengah masyarakat Patahuwe merupakan wujud tanggung jawab moral untuk merajut kembali rasa aman dan optimisme warga.
"Sumpah Pemuda bukan sekadar peringatan sejarah, melainkan momentum bagi pemuda untuk hadir sebagai solusi di tengah kesulitan yang dihadapi masyarakat. Melalui aksi di Patahuwe ini, kami ingin memastikan bahwa saudara-saudara kita, khususnya anak-anak, tidak merasa sendirian dalam melewati masa pemulihan pascakonflik," ujar M. Reza Mony.
Pelaksanaan aksi kemanusiaan di lapangan berjalan dengan lancar dan terorganisir berkat pengawalan langsung dari tim BPD HIPMI Maluku. Di bawah koordinasi Cak Anas, sejumlah perwakilan BPD HIPMI Maluku seperti Kabes, Rizky, Wahyu, dan Rahman turun aktif berbaur di lokasi bersama adik-adik dari komunitas Gema Pemuda untuk menyalurkan bantuan serta mendampingi anak-anak secara langsung.
Sekretaris BPD HIPMI Maluku, Gemelita Pattiradjawane, menegaskan pentingnya pemulihan mental dan pendidikan bagi generasi muda di wilayah terdampak. Oleh karena itu, agenda ini dirancang secara komprehensif dengan menyasar anak-anak dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
"Selain penyaluran pakaian sekolah agar anak-anak kembali bersemangat menyambut hari sekolah mereka, kami juga menghadirkan sesi trauma healing. Pendekatan ini sangat krusial untuk mengembalikan senyuman, keceriaan, dan mental anak-anak kita agar dapat kembali menatap masa depan dengan penuh harapan," ungkap Gemelita Pattiradjawane.
Melalui kolaborasi strategis bersama Gema Pemuda, kegiatan ini mendapat sambutan hangat serta apresiasi mendalam dari masyarakat setempat. Rangkaian aksi trauma healing yang dikemas interaktif berhasil mencairkan suasana dan membangkitkan kembali keceriaan anak-anak Patahuwe di tengah dinamika pemulihan pascakonflik.
BPD HIPMI Maluku berharap aksi kemanusiaan ini dapat memantik kepedulian dari berbagai elemen masyarakat lainnya untuk terus bergandengan tangan. Dari Maluku untuk Indonesia, pemuda hadir untuk merawat persatuan, menebar kepedulian, dan membangun kembali masa depan yang lebih baik.